skip to Main Content
Tutorial Javascript Dasar #04 – Tipe Data Pada JavaScript

Tutorial Javascript Dasar #04 – Tipe data pada JavaScript

Tipe Data Pada JavaScript: Data Primitif dan Non-primitif

Terdapat banyak tipe data pada JavaScript, namun pada pembahasan kali ini kita hanya akan fokus pada tipe data primitif dan non primitif seperti string, number, BigInt, boolean, undefined, null, symbol, serta tipe data non-primitif seperti objek dan array.

Apa itu tipe data?

Sebelum membahas perbedaannya, mari kita pahami dahulu tentang apa itu tipe data. Tipe data adalah jenis data yang dapat disimpan, dimanipulasi, dan digunakan untuk memberitahu komputer bagaimana menafsirkan nilai atau datanya. Tipe data menentukan jenis data yang dimiliki variabel dan tipe operasi, seperti operasi matematika, logika dan sebagainya.

Tipe data biasanya dikategorikan ke dalam dua kategori yaitu primitif dan non-primitif:

  • Data Primitif
    Tipe data primitif hanya dapat menyimpan satu nilai pada satu waktu. Tipe data primitif dianggap sama jika nilainya sama.
  • Data Non-primitif
    Tipe data non-primitif dapat menyimpan lebih dari satu nilai pada satu waktu. Tipe data non-primitif akan dianggap berbeda meskipun nilainya sama dan dalam urutan yang sama.

Perbedaan Tipe Data Primitif dan Non-primitif

Berikutnya mari kita bahas perbedaan antara keduanya dilihat dari beberapa aspek seperti:

1. Jumlah nilai yang dapat disimpan.

2. Merubah nilai

3. Perbandingan
Kita bisa menggunakan operator triple equals (===) untuk membandingkan dua buah variabel atau passing, ini akan mengembalikan nilai Boolean (true atau false).

Primitif, dianggap sama jika nilainya sama:

Non-primitif, dianggap berbeda meskipun nilai dan urutannya sama, tapi dianggap sama jika merujuk ke objek atau array yang sama.

Tipe Data Primitif

Di JavaScript ada tujuh tipe data primitif yang bisa kita gunakan yaitu String, Number, BigInt, Boolean, Undefined, Null, dan Symbol.

1. String

Tipe data String digunakan untuk mewakili data teks atau karakter. String dapat dibuat menggunakan petik tunggal atau ganda dan diakhiri dengan petik yang sama dan kita bisa memasukan karakter diantara petik, seperti contoh berikut:

Jika di dalam String terdapat petik tunggal, kita harus menggunakan petik ganda sebagai pembungkus String, begitu pula sebaliknya.

Jika aturan ini tidak diikuti, petik yang kita tulis di dalam String akan dianggap sebagai petik penutup. Selain String kita bisa menggunakan escape dengan menggunakan simbol backslash.

2. Number

Tipe data Number atau angka di JavaScript mewakili angka positif dan negatif entah itu bulat (integer) maupun decimal (floating-point). Seperti contoh berikut:

Tipe data number juga memiliki nilai khusus yaitu Infinity, -Infinity, NaN (Not a Number) dan 

Nilai tak hingga (Infinity, dan -Infinity) yang dihasilkan dari pembagian bilangan selain 0 dibagi dengan 0. Contoh infinity:

Kemudian NaN atau Not-a-Number yang merupakan hasil dari operasi matematika yang tidak valid, seperti mengalikan angka dengan string dan sebagainya. Berikut ini contohnya

Nilai pada tipe data Number memiliki batasan sebagai berikut:

Ketika kita melakukan operasi matematika dengan nilai yang berada di luar rentang tersebut, JavaScript dapat menghasilkan nilai yang salah seperti contoh berikut:

Pada kode operasi matematika di atas, kadang menghasilkan nilai benar, kadang salah. Jika hasil operasi bernilai genap hasilnya benar, jika ganjil hasilnya salah. Oleh karena itu, tipe data BigInt diperkenalkan.

3. BigInt

BigInt adalah tipe data baru yang diperkenalkan pada ES2020. BigInt digunakan untuk menyimpan bilangan bulat tanpa batasan seperti Number. Kita bisa melakukan operasi matematika dengan aman tanpa khawatir hasilnya salah.

Untuk membuat nilai dengan tipe data BigInt sama seperti Number, namun kita perlu mengakhiri nilai dengan huruf ‘n’, seperti contoh berikut:

Namun, ini hanya bisa digunakan pada bilangan bulat, tidak bisa digunakan pada bilangan desimal karena akan menghasilkan error seperti berikut:

Pada operasi matematika BigInt harus menggunakan nilai yang sama, jika tidak akan menghasilkan error seperti berikut:

4. Boolean

Boolean adalah tipe data yang hanya memiliki dua nilai, true dan false. Jika Anda membutuhkan tipe data yang hanya bernilai benar atau salah (ya atau tidak), tipe data ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Berikut ini contohnya:

5.Undefined

Undefined adalah nilai yang diberikan ketika variabel dideklarasikan tanpa inisialisasi atau tidak diberi nilai. Ini hanya berlaku untuk variabel let dan var, karena kita tidak dapat mendeklarasikan variabel const tanpa nilai. Berikut ini contohnya:

6. Null

Null dapat digunakan untuk mewakili ketidakhadiran yang disengaja dari nilai objek. Kita dapat menetapkan null ke variabel untuk menunjukkan bahwa saat ini variabel tersebut tidak memiliki nilai apa pun, tapi nanti akan memiliki sebuah variabel

7.Symbol

Symbol adalah tipe data baru yang diperkenalkan pada JavaScript ES2015. Nilai yang memiliki tipe data Symbol disebut sebagai “nilai Symbol“.

Nilai Simbol dibuat dengan menjalankan fungsi Symbol yang secara dinamis menghasilkan nilai unik karena nilai sebenarnya bersifat anonim, tidak bisa dilihat. Contoh sebagai berikut:

Symbol biasanya digunakan sebagai nama kunci saat menambahkan properti baru ke objek agar tidak menimpa properti dengan nama yang sudah ada. Dibuat seperti contoh berikut:

Tipe Data Non-primitif

Ada banyak tipe data non-primitif di JavaScript diantaranya Array, Object, Map, Set, WeakMap, WeakSet, Date dan sebagainya. Tapi untuk saat ini kita hanya akan membahas yang paling sering digunakan saja yaitu Object dan Array.

1. Object

Object adalah tipe data yang kompleks yang memungkinkan kita menyimpan kumpulan nilai dengan tipe data yang berbeda. Objek berisi properti yang didefinisikan sebagai pasangan kunci dan nilai (key dan value).

Di JavaScript kita bisa membuat objek dengan beberapa cara, yaitu bisa menggunakan new Object(), Object.create(), atau menggunakan notasi literal. Kali ini kita akan gunakan notasi literal, karena lebih mudah dibuat dan lebih sering digunakan.

Untuk membuat objek literal properti kunci dan nilai dari suatu objek diapit atau dibungkus dengan kurung kurawal {}, jika memiliki lebih dari satu properti dipisahkan dengan koma.

Contoh di bawah ini membuat objek bernama obj, nama adalah kunci sedangkan diaz adalah nilainya, begitu pula dengan umur.

Untuk mengakses nilai tertentu pada objek kita bisa menggunakan nama objek diikuti dengan titik dan kunci yang ingin diakses nilainya.

Untuk mengubah nilai kunci objek sama seperti mengakses nilai, namun diperlukan operator assignment = diikuti dengan nilai yang ingin dimasukkan.

Kita juga bisa menambahkan kunci dan nilai baru menggunakan cara yang sama seperti mengubah nilai, namun tentunya kita perlu menggunakan nama kunci baru.

2. Array

Array adalah jenis objek yang dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai, tanpa properti seperti objek.

Array memiliki indeks yang dimulai dari nol dengan kata lain elemen atau nilai pertama di dalam array memiliki indeks 0, elemen berikutnya memiliki indeks 1 dan seterusnya. Kita bisa menggunakan indeks untuk memanipulasi nilainya.

Sama seperti objek, array juga dapat dibuat menggunakan new Array () atau array literal [].

Nilai pada array literal harus diapit dengan kurung siku [], jika memiliki lebih dari satu nilai dipisahkan dengan koma. Kita bisa memasukkan tipe data apapun ke dalam array, termasuk array dan objek.

Jika kita ingin mengakses elemen array maka gunakanlah kode seperti contoh berikut:

Jika kita ingin mengubah elemen array maka digunakan kode pada contoh berikut:

 

Demikian pembahasan kita kali ini, tapi jangan khawatir kita akan kembali melanjutkan pembahasan tentang JavaScript lainnya pada artikel selanjutnya. Kalian bisa subscribe artikel kami dengan memasukan email kalian pada kolom di samping, agar kalian tidak tertinggal artikel terbaru dari kami.

Untuk kalian yang berminat belajar lebih lanjut tentang pemrograman javascript dan bahasa pemrograman lainnya, silahkan kunjungi social media Xsis Academy untuk info lebih lanjut mengenai Bootcamp Xsis Academy.

Selain itu, temukan juga video tutorial ngoding dari Tim Trainer Xsis Academy pada channel ETG berikut ini Youtube Equine Technologies Group

 

——–

Penulis : Aulia Brahmantio Diaz – Webmaster Xsis Mitra Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top